Musyawarah Desa P3-TGAI P3A Rekso Bantolo Desa Klampok

Berita

Kegiatan Program Percepatan dan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Klampok memasuki tahapan ahir. Salah satu tahapan yang dilaksanakan adalah Musyawarah Desa III dalam rangka melaporkan hasil pekerjaan P3-TGAI oleh P3A Rekso Bantolo kepada masyarakat desa/petani pemakai air irigasi. Masyawarah Desa III oleh P3A Rekso Bantolo didahului dengan survey lapangan terhadap pekerjaan fisik yang mencapai 100%.

Dalam Mudes III ini, P3A Rekso Bantolo selaku pelaksana kegiatan melaporkan pelaksanaan kegiatan peningkatan jaringan irigasi tersier di Desa Klampok yang sudah selesai dilaksanakan berikut memberikan rangkuman perihal penggunaan dana, volume irigasi yang sudah ditingkatkan dan jumlah pekerja yang terserap.

Ketua P3A Rekso Bantolo Desa Klampok Slamet jaelani

Ketua P3A Rekso Bantolo Slamet Jaelani menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan P3-TGAI di Desa Klampok ini. “Kepada Kepala Desa dan staff Pemerintah Desa Klampok kami sampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan kepada kami. Kepada petani dan masyarakat yang telah membantu pelaksanaan dan memberikan bantuan demi kelancaran kegiatan ini, kepada pekerja yang telah bekerja sesuai aturan yang diberlakukan dan target waktu yang terpenuhi. Juga kepada rekan panitia pelaksana yang telah memberikan perhatian dan pemikirannya untuk suksesnya kegiatan ini”, demikian disampaikan Ketua P3A Rekso Bantolo dalam sambutannya.

Sementara itu, Tim Pelaksana Azis menyampaikan pemaparannya perihal pelaksanaan kegiatan. “Pemerintah melalui Departemen Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dirketoran Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Serayu Opak, Satuan Kerja Pemeliharaan SDA Serayu Opak memberikan bantuan Rp.195jt yang dipotong pajak Rp. 7.090.909,- BOP Rp.5jt dan Akte Notaris Rp.1jt. Total dianggarkan untuk kegiatan ini sebesar Rp. 181.909.091,- dengan target volume 194 Mᶟ.

Dalam pelaksanaanya, P3A Rekso Bantolo berhasil meningkatkan jaringan irigasi dari jaringan tanah (cacingan) menjadi jaringan permanen system Cyclope sepanjang 647 meter yang terbagi dalam 4 sesi pengerjaan. “Sesi pertama, pengecoran lantai dasar irigasi dari jaringan yang senderannya sudah permanen sepanjang 100 meter, lebar 80 centimeter dan ketebalan lantai 15 centimeter. Untuk sesi kedua, dibangun satu sisi senderan irigasi dan lantai dasar irigasi karena sebelumnya salah satu sisi senderan telah dibangun permanen. Sesi kedua ini dibangun senderan sepanjang 180 meter dengan ketebalan 25 centimeter dan tinggi senderan 50 centimeter. Sedangkan untuk lantai irigasi sepanjang 180 dengan ketebalan 15 centimeter. Sedangkan sesi ketiga membuat baru dari jaringan tanah menjadi permanen dengan 2 sisi senderan dan lantai irigasi sepanjang 66 meter. Masih meneruskan sesi kedua, tebal senderan 25 centimeter tinggi senderan 50 cm. Sementara lantai irigasi sama dengan sesi pertama dan kedua dengan lebar 80 centimeter dan ketebalan 15 cm,” demikian Ketua Tim Perencana Kegiatan ini menjelaskan.

“Untuk sesi ke empat, berhasil meningkatkan jaringan sepanjang 301 meter dengan 2 sisi senderan dan lantai jaringan. Volume ketebalan senderan 25 centimeter, tinggi senderan 40 centimeter dan lebar lantai jaringan 40 centieter,” demikian Ketua Tim Perencana melanjutkan.

Tim Asistensi Kabupaten Banjarnegara Anung Suripto memberikan sambutan pada musdes III P3-TGAI P3A Rekso Bantolo

Sementara Anung Suripto dari Tim Asistensi P3-TGAI Kabupaten Banjarnegara menjelaskan perlunya perawatan irigasi yang sudah dibangun. “Kami mengharapakan kepada P3A Rekso Bantolo untuk membentuk tim perawatan irigasi dari anggota P3A Rekso Bantolo, sehingga apabila ada kerusakan dapat secepatnya diantisipasi. Termasuk dibuat kesepakatan bersama para petani selaku pemakai irigasi apabila terjadi kerusakan. Bila mana perlu keputusan bersama ini diperkuat dalam bentuk Perdes,” demikian Anung Suripto dalam sambutannya.

Diskusi bersama P3A Rekso Bantolo, Masyarakat/petani dan Tim Asistensi Kab. Banjarnegara

Dalam Musdes III ini juga diadakan sesi tanya jawab dan diskusi. Semua peserta Musdes sepakat akan manfaat yang didapatkan dari peningkatan jaringan irigasi tersebut. Peserta juga berkomitmen untuk selalu menjaga keberadaan irigasi yang sudah permanen, sesuatu yang menjadi harapan petani selama ini.

Peserta Musdes III di suguhi visualisasi pelaksanaan kegiatan P3-TGAI P3A Rekso Bantolo Tahun Anggaran 2018

Acara musdes ditutup dengan menampilkan foto-foto irigasi dari sebelum ditingkatkan dan setelah ditingkatkan menjadi permanen dengan harapan timbulnya rasa memiliki (sense of belonging) petani terhadap keberadaan jaringan irigasi yang dimaksud. @z 2018

1 thought on “Musyawarah Desa P3-TGAI P3A Rekso Bantolo Desa Klampok

  1. Keren…dan salut kepada P3A Rekso Bantolo atas prestasi kerja yang telah dicapai. Semoga dengan dilaksanakannya kegiatan P3-TGAI mampu menambah kemanfaatan jaringan irigasi khususnya di bagi petani di Desa Klampok. Semoga kedepan semakin memupuk rasa memiliki petani (P3A) terhadap jaringan irigasi tersier dengan turut serta berpartisipasi dalam mengoperasikan dan memelihara jaringan irigasi tersier. Salam sukses…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.