Pertemuan Rutin KWT Sekar Srikandi Kecamatan Purwareja Klampok

Berita

Kelompok Wanita Tani (KWT) dibentuk sebagai upaya pelibatan kaum perempuan secara langsung dalam usaha-usaha peningkatan hasil pertanian, seperti menjadi bagian dari motivator dalam adopsi dan pengenalan teknologi tani. Menyadari hal itu organisasi yang mewadahi wanita tani di Kecamatan Purwareja Klampok dengan organisasinya yaitu Kelompok Wanita Tani Sekar Srikandi Kecamatan Purwareja Klampok rutin mengadakan pertemuan rutin.
Seperti hari ini, pertemuan rutin bulanan yang dilaksanakan secara bergilir mengadakan pertemuan di Desa Klampok di Rumah Bpk. Susanto Kepala Dusun 4. Hadir pd pertemuan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Puwareja Klampok Lia Sonhaji, Kepala BPP Purwareja Klampok Hari Sumasto, Pemerintah Desa Klampok, pengurus dan anggota KWT Sekar Srikandi.

Ketua Tim Penggerak PKK Kec. Purwareja Klampok Lia Sonhaji memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Purwareja Klampok Lia Sonhaji mengatakan, sekalipun organisasi ini fokusnya bidang pertanian, namun diharapkan program kerjanya diintegrasikan dengan program-program PKK baik dari Pengurus Kabupaten maupun Kecamatan. Salah satu yang menjadi fokus saat ini adalah program menghias lingkungan dengan membuat taman bunga. “Untuk pembuatan taman masih memanfaatkan ban bekas, jadi masing2 desa diharapkan mengumpulkan kembali ban bekas sebanyak 20 buah”, demikian Bu Camat Purwareja Klampok melanjutkan.
Sementara Kepala BPP Purwareja Klampok Hari Sumasto mengatakan, sebenarnya ada lokasi yg strategis utk pengembangan taman lingkungan yaitu sepanjang pinggir jalan nasional di Desa Klampok mulai dari depan Polsek sampai ke BLK Klampok. “Kami berharap ada sinergi dan kerja sama antara Tim Penggerak PKK dengan KWT Sekar Srikandi untuk prlaksanaannya. Perihal biaya yang dibutuhkan utk pembuatannya, bisa dibicarakan masing2 pihak yang berkepentingan”. Lebih lanjut Hari Sumasto mengingatkan apabila rencana ini direalisasikan, waktu tanam bunga juga harus disesuaikan dengan cuaca. “Idealnya penanaman bunga dilakukan di bulan Maret atau April, dengan pertimbangan curah hujan yang sudah kecil”.

Kultum olrh bu Yuni

Pertemuan rutin KWT juga diisi dengan kultum oleh Bu Yuni yang menyampaikan perlunya mencari ilmu. Pertemuan Seperti ini juga bagian dari mencari ilmu sebagaimana yang diamanatkan dalam Al Quran maupun hadits rasul. Diharapkan dengan ilmu yang diperoleh, terutama ilmu pertanian wanita bisa berperan lebih banyak untuk kemaslahatan umat.

Pengurus KWT Sekar Srikandi

Acara diakhiri dengan musyawarah membahas permasalahan yang sedang berkembang terutama bidang pertanian dan evaluasi kerja KWT Sekar Srikandi. @z2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.