Antisipasi wabah DB

Berita

Desa Klampok selama ini menjadi endemi Demam Berdarah setiap tahun. Ketika musim hujan datang, hampir selalu diikuti dengan menjangkitnya penyakit demam berdarah. Penyakit yang bisa menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani ini, penyebarannya bersifat masif. Apalagi dengan kondisi lingkungan Desa Klampok yang sudah masuk kategori padat, penularannya sangat cepat.

Hal yang sangat mungkin dilakukan adalah dengan pencegahan agar nyamuk penyebab demam berdarah ini tidak tumbuh dan menyebar. Salah satunya adalah dengan pengawasan yang rutin terhadap media-media yang memungkinkan jentik-jentik nyamuk tumbuh dan dan beranak pinak.

Kesadaran bersama menjadi faktor utama, walaupun sudah dibentuk Jumantik (Juru Pemantau Jentik) di setiap RT. Jumantik sebatas memantau dan mengamati perkembangan jentik, tetapi yang bisa mencegah jentik nyamuk tumbuh adalah partisipasi masyarakat.

Kader Jumantik mendapatkan senter untuk meningkatkan kinerjanya memantau perkembangan jentik naymuk

Guna memaksimalkan kerja Jumatik, Pemerintah Desa Klampok menyediakan senter yang dibagikan kepada Jumantik. “Mengingat tidak semua tempat bisa dipantau jentiknya karena kurangnya cahaya, maka kami memberikan senter untuk memantau tempat-tempat yang gelap. Padahal tempat yang kurang cahaya ini biasanya banyak tumbuh jentik”, demikian dikatakan oleh Siti Muntakoh, Pelaksan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa Klampok.

Pengadaan senter untuk jumantik sebanyak 50 buah untuk masing-masing kader sejumlah Rp. 1.400.000. Dana bersumber dari DD Tahun Anggaran 2018 pada Pos Pemberdayaan Masyarakat bidang Peningkatan Fasilitasi Kader Kesehatan Desa Klampok. Pemberian diserahkan di Aula Desa Klampok oleh Kasi Pelayanan mewakili Kepala Desa Klampok yang berhalangan hadir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.