Walimatul Haaj Calon Jamaah Haji Desa Klampok tahun 2018

Berita

Pengajian umum walimatul haaj calon jemaah haji dari Desa Klampok diselenggarakan Minggu 29 Juli 2018 di Aula BLKP Klampok dengan pembicara Habib Ali dari Bukateja, Purbalingga. Pengajian digagas oleh Pemeintah Desa Klampok bekerja sama dengan calon jamaah haji dari Klampok tahun 2018 yang berjumlah 10 orang.

Acara pengajian yang di awali dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh ustad Yansilun dari Purwosari, Klampok ini dihadiri ratusan warga masyarakat Klampok. Panitia sempat kewalahan karena pengunjung yang hadir membludak sampai halaman Aula BLKP dan diluar prediksi panitia sehingga banyak pengunjung yang tidak kebagian tempat duduk dan akomodasi lainnya.

Pengunjung memenuhi Aula BLK Klampok pada pengajian umum walimatul haaj

“Atas nama Panitia kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang sudah hadir di pengajian ini tapi tidak mendapatkan tempat duduk. Sebenarnya panitia sudah menyiapkan 500 tempat duduk, tetapi animo masyarakat untuk menghadiri pengajian ini diluar predikisi panitia. Namun demikian panitia mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan pertisipasi warga Desa Klampok. Juga kepada semua pihak dan rekan-rekan panitia yang sudah mensukseskan pengajian walimatul haaj ini,” demikian dikatakan oleh Ketua Panitia yang juga Sekretaris Desa Klampok Davis Adityas.

Aula BLK Klampok tidak mencukupi hingga meluber ke halaman.

Dalam pengajian yang diiringi oleh group hadlroh Miftakhul Khoeriyah pimpinan Ibu Siti Zaenuri dari Purwasari ini, calon jemaah haji berpamitan kepada hadirin dan masyarakat Desa Klampok pada umumnya yang diwakili oleh Kyai Mufhimin. Dalam kesempatan ini Kyai Muhimin mengetuk hati masyarakat Desa Klampok yang sudah mampu untuk segera mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji mengingat antrian jamaah haji yang sudah sampai 20 tahun.

Habib Ali mengisi tausiah dalam pengajian umum walimatul haaj

Sementara dalam tausiahnya, Habib Ali menyampaikan makna ibadah haji. Ibadah haji merupakan cerminan keimanan seseorang. Bahwa iman terdiri atas 2 unsur yaitu sukur dan sabar. Dan ibadah haji merupakan ibadah sebagai bentuk sukur atas kenikmatan yang sudah diberikan Allah SWT mengingat dalam ibadah haji tidak cukup sedikit biaya yang dikeluarkan, tetapi dengan rasa sukur biaya yang dikeluarkan tersebut merasa tidak sebanding dengan kenikmatan Allah yang sudah diterima. Bagi yang belum diberi kesempatan beribadah haji karena blm cukup biaya, hendaknya bersabar. Dengan bersabar dan niat serta usaha yang sungguh-sungguh, Allah SWT akan memberikan jalan kemudahan menjalankan ibadah haji sebagai buah dari sifat sabar tersebut.

Selanjutnya Habib Ali mengatakan bahwa haji merupakan bagian dari ibadah yang sudah ditentukan. Bahwa ibadah terdiri atas 3 jenis yaitu ibadah badaniyah, ibadah qolbiyah dan ibadah maaliyah. Ibadah haji adalah ibadah yang meliputi ketiga-tiganya. Seseorang menjalankan ibadah haji haruslah dengan kondisi yang sehat, karena begitu banyak sunah dan wajib yang harus dijalankan dengan iklim/cuaca yang berbeda dituntut badan yang sehat dan kuat. Namun sesehat dan sekuat apapun tanpa diniati dari hati untuk menjalankannya, niscaya tidak menjalankan ibadah haji. Memiliki badan yang sehat dengan niat yang kuat dari hati untuk menjalankan ibadah haji tanpa memiliki biaya juga belum bisa melaksanakannya. Disinilah perlunya bersabar sampai ketiga-tiganya terpenuhi. Sementara bagi yang sudah memenuhi ketiga-tiganya, hendaknya bersukur dengan melaksanakan ibadah haji yang merupakan rukun islam kelima.

Diakhir pengajian, masyarakat bersalam-salaman dengan calon jemaah haji sebagai bentuk pamitan calon jemaah haji kepada masyarakat. @az

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.