Karnaval Dusun Purwasari

Berita

Untuk kali ketiga Dusun Purwasari mengadakan Karnaval dalam rangka memperingati hari ulang tauhn kemerdekaan. Pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-73 kali ini, karnaval dilaksanakan Minggu 19 Agustus 2018 dengan start dan finish di Lapangan Purwasari dan rute sampai Kantor Kecamatan Purwareja Klampok.

Kepala Dusun Purwasari membuka dan melepas karnaval yang ikuti oleh kontingen dari masing-masing RT dan RW di Wilayah Dusun Purwasari. Ditemui dilokasi pemberangkatan, Kepala Dusun Purwasari Rahmat mengatakan bahwa karnaval di Dusun Purwasari sudah menjadi agenda rutin dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI. Kedepannya Kepala Dusun I mengharap partisipasi dari wilayah sekitar Purwasari untuk bergabung meramaikan kegiatan ini.

Berdasarkan pemantauan, karnaval berjalan dengan tertib. Antusiasme warga terlihat dengan menonton arak-arakan sepanjang rute yang dilalui. Terlihat kontingen dari RT 01 RW 01 dan RT 02 RW 01 dengan tema Sosial Ekonomi dan Kemasyarakatan. Kedua kontingen ini didominasi oleh pemuda yang menunjukkan partisipasi generasi muda dalam merayakan Hari Ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini.

Sedangkan dari RT 04 RW 01 menampilkan kreatifiatas remaja dengan membuat replika Dinosaurus dalam ukuran yang cukup besar. Ini menunjukkan bagaimana ide-ide remaja sebagai generasi bangsa terus berkembang di wilayah ini.

Sementara dari RW 02 mengusung tema Bhineka Tunggal Ika. Sebagai cerminan keberagaman Bangsa Indonesia yang bisa bersatu menjadi Bangsa Indonesia. Warga RW 02 ini juga menampilkan berbagai kreatifitas yang ditampilkan sepanjang rute termasuk membuat replika hewan sebagai simbol kekayaan bangsa Indonesia.

 

Sementara dari RT 02 RW 03 menampilkan keberagaman daerah yang ditampilkan oleh anak-anak. Sebagai generasi bangsa anak-anak harus sudah diajarkan tentang keberagaman bangsa. Karnaval ini dijadikan media mendidik anak sedini mungkin tentang makna kebhineakaan.

Lain lagi dengan RT 03 RW 03 yang membawa tema religi dan budaya. Dengan membuat replika Unta ydalam ukuran yang cukup besar menjadi simbol betapa Islam sangat mengakar di wilayah ini tanpa meninggalkan budaya lokal. Hal ini dibuktikan dengan menyertakan group tek-tek yang merupakan musik tradisional khas Banyumasan. Kedua simbol ini diikuti oleh rombongan pengajian ibu-ibu yang menggunakan odong-odong layaknya anak TK/PAUD.

Ada lagi kontingen dari Keluarga Besar Bapak Mustari yang menamakan diri Mustari Family. Sesuai dengan namanya dimana Bapak Mustari dikenal sebagai pengusaha sate yang cukup berhasil, karnaval kali ini menjadi bukti partisipasi Mustari Family sebagai ungkapan rasa sukur atas keberadaan usahanya sampai saat ini. @z 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.