TB dan INFEKSI HIV

Berita

Semua orang sebenarnya memiliki risiko untuk mengalami TB. Namun, penderita Positif HIV atau ODHA lebih rentan mengalami TB. Bakteri TB pada ODHA lebih cepat menjadi aktif dibandingkan jika bakteri ini berada pada orang yang sehat. Bahkan, pada penderita Positif HIV atau ODHA bakteri lebih cepat berubah menjadi aktif dan  infeksi ini akan lebih sulit didiagnosis dan diobati.

Oleh karenanya penderita Positif HIV atau ODHA harus memeriksa ada tidaknya infeksi TB sedini mungkin. Pada kasus tertentu, jika TB belum terdeteksi, dan ternyata dialami saat pasien HIV ini sudah mengalami sistem kekebalan tubuh yang sangat rusak, maka sangat sulit untuk diobati. Tidak jarang, pasien dengan HIV meninggal dunia dalam beberapa hari atau minggu setelah mulai terapi TB. Hal itulah yang menekankan pentingnya penderita HIV harus segera cek TB, agar dapat ditangani lebih cepat.

HIV adalah virus yang meyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Lemahnya sistem kekebalan tubuh membuat orang sangat mudah mengalami penyakit lainnya. HIV diibaratkan sebagai pintu gerbang yang membuka lebar untuk infeksi lain masuk ke dalam tubuh. Penyakit lain yang paling sering berkaitan dengan HIV ini adalah TB karena TB adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri, yang bisa menyerang paru-paru dan bagian tubuh lainnya.

Pada dasarnya, dampak dari infeksi HIV adalah kerusakan pada sistem kekebalan tubuh manusia. Karena lemahnya sistem kekebalan tubuh ini, orang dengan HIV positif (ODHA) lebih lemah terhadap adanya bakteri apapun dari luar, termasuk bakteri TB. Bahkan, hampir semua penderita HIV sudah memiliki bakteri TB pada tubuhnya, ada yang sudah aktif atau pun belum aktif. Kaitan antara TB dan HIV ini sangat erat, dilihat dari faktanya bahwa jumlah kasus TB meningkat di negara-negara dengan kasus infeksi HIV yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.